Hijau . Tembus . Menutup .
Terhalang . Cahaya . Terik . Deret . Seret . Panas
Terhalang . Cahaya . Terik . Deret . Seret . Panas
Cahaya matahari terhalang
Hanya ada cahaya hijau
Cakrawala keindahan membuta
Hanya ada deret kain penghalang
Tak ada terik panas menembus
Terlindung oleh tenunan demi tenunan
Menggambarkan peluh kehangatan
Putih . Senandung . Sakit . Lembut . Wangi . Manis .
Bersih . Teriakan . Sendu . Kasar . Busuk . Pahit .
Lengkungan . Hening . Hangat . Licin . Semerbak .
Bersih . Teriakan . Sendu . Kasar . Busuk . Pahit .
Lengkungan . Hening . Hangat . Licin . Semerbak .
Masam . Diam . Gemuruh . Tentram . Kering . Segar .
Asin . Berlari . Melodi . Sejuk .
Asin . Berlari . Melodi . Sejuk .
Halus . Pedas
Putih, Bersih hatinya
Pahit sendu nasibnya
Lengkungan bibirnya selalu terjaga keatas
Menghiraukan sakit di dalam gemuruh hatinya
Senandung melodi senantiasa keluar dari mulut manisnya
Meski sangat masam rasa hidupnya
Teriakan pedas dan kasar terdengar di telinganya
Diam membawa keheningan
Memecah tentramnya jiwa
Berlari diatas kasar licinnya jalan
Di atas rumput-rumput yang mengering
Semerbak wangi kehidupan
Menyegarkan mata yang berlinang
Hangat terik menyilaukan
Sejuk angin merasuki
Mata dan jiwa yang lembut
Tidak ada kebusukan di hatinya
Hanya ada penyesalan
Hidupnya yang kian tak halus
Layaknya gemuruh ombak laut nan asin
Senandung melodi senantiasa keluar dari mulut manisnya
Meski sangat masam rasa hidupnya
Teriakan pedas dan kasar terdengar di telinganya
Diam membawa keheningan
Memecah tentramnya jiwa
Berlari diatas kasar licinnya jalan
Di atas rumput-rumput yang mengering
Semerbak wangi kehidupan
Menyegarkan mata yang berlinang
Hangat terik menyilaukan
Sejuk angin merasuki
Mata dan jiwa yang lembut
Tidak ada kebusukan di hatinya
Hanya ada penyesalan
Hidupnya yang kian tak halus
Layaknya gemuruh ombak laut nan asin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar